Testimoni Pelanggan Kami

Diklatpim Pola Baru ternyata cukup kompleks. Tidak cukup hanya diberikan bahan tayang. Buku ini adalah jawaban kebutuhan peserta Diklatpim yang ingin menjadi pemimpin perubahan. Bravo buat penulisnya yang membuat pencerahan.
(Artadi, SAP, M.AP., Ka Biro, Bidang Umum I – SETNEG RI, peserta Diklatpim III SETNEG Jakarta, Telp. 021-2354 5001, Hp 0812 8027 32xx)

Proyek perubahan adalah sesuatu yang TIDAK main-main. Dibutuhkan kekuatan landasan pengetahuan untuk menjadi pemimpin perubahan. Jangan setengah-setengah! Maju terus. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung !
(Ahmad Riza Z, Peserta Diklatpim Tingkat IV-2014 Pusdiklat Pegawai Kementerian Kominfo, Hp. 0815 9379 45xx)

Saya cukup lama menunggu modul Diklatpim Pola Baru dari LAN Jakarta, namun akhirnya saya temukan buku ini dijual secara online. Tentunya menjadi jawaban bagi doa-doa kami. Semoga daerah lain ikut menikmati isi buku ini.
(Agustina Rantesalu, Widyaiswara Badan Diklat Provinsi SULSEL, Makassar – SULSEL, HP. 081 242 222 4xx)

PMLPP 01 Sampul MPP awal 1

Mengikuti Diklatpim Pola Baru ini sangat berat, namun kami hanya diberi bahan tayang power point dan diminta mengembangkan secara mandiri. Akhirnya saya googling di internet dan saya temukan buku unik ini. Terima kasih penerbit AFJ. Sukses selalu.
(Endra Muryanto, Peserta Diklatpim IV-A.38 DKI Jkt, Taman Duren Sawit B1 No. 16 RT 008 RW 016 Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur, Telp. 021-8604715 – 0813 1127 49xx)

Pola Baru Diklatpim di lingkungan Kejaksaan telah menemukan solusi berupa buku yang cukup membantu rekan-rekan peserta diklatpim.
(Abraham, Balai Diklat Kejaksaan RI Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Hp 0812 8000 44xx)

Terima kasih, paket buku sudah kami terima dan pelajari. Saya sangat terbantu sekali.
(Chairullah, Kec. Toboali, Kab. Bangka Selatan, Provinsi BABEL, Hp. 0812 717 543x)

Buku yang memang ditunggu-tunggu untuk peserta Diklatpim Pola Baru. Kami sudah memesan 6 angkatan. Sukses selalu ya pak.
(Nurjana, Bidang Penelitian, Badan Diklat Provinsi Banten, Telp. 0253-206554 / 0812 8298 337x)

Assalamu’alaikum, kami atas nama rekan2 peserta mengucapkan terima kasih atas bantuan/ bimbingan yang kami peroleh dari penulis buku ini. Semoga silaturrohmi tetap kita pelihara.
(Eka Darmawan, peserta Diklatpim Tk. III DKI Jakarta, 0812 8690 33xx)

Saya banyak mengucapkan terima kasih, Alhamdulillah saya termasuk Lulus 3 besar dengan kualifikasi LULUS MEMUASKAN. Buku yang sangat membantu.
(Asrol Jadid, Diklatpim Tk. III Provinsi  Kalbar,  0813 4516 42xx)

Oh, ya kami mengucapkan terima kasih (dengan membaca karya penulis ini) saya sangat terbantu, dan hasilnya saya termasuk LULUS TERBAIK.
(Joko Setiono, Diklatpim Tk. III Provinsi Kaltim, 0811 581 73x)

Assalamu’alaikum pak, buku sudah kita baca2, alhamdulillah dapat menambah wawasan kami, salam dan ucapan terima kasih dari teman-teman Diklatpim Tk. III Kementerian PU Jaksel. Sekali lagi terima kasih, sukses dan barokah selalu.
(Yusdiana Caya, Diklatpim III Kementerian Pekerjaan Umum Jaksel, 0813 2375 938x)

Sejak awal kami berkomitmen membekali peserta dengan buku pelengkap Pola Baru dan kami mengetahui ada buku ini dijual secara online, kami pun memesannya paket 2 angkatan sekaligus.
(H. Rafiardhi Ikhsan, Panitia Diklatpim, Badan Diklat Pegawai Kab. Bengkalis – Riau, 0813 7170 99xx)

Awalnya saya tidak percaya (sambil ngucek mata… hehehehe), begitu paket pesanan buku diterima dan dibaca, isinya sangat membantu menggambarkan proyek perubahan Diklatpim IV. Terima kasih pada penerbit.
(Denny Alfa Taruna, Peserta Diklatpim IV Kabupaten Kediri)

Penulis buku ini jeli melihat peluang dalam Pola Baru. Sebuah buku yang membantu kami.
(Rd. Deni Saputra, S.Sos, M.AP, Diklatpim IV Kota Bandung)

Salam wrwb, alhamdulillah, seminarnya LPP sudah selesai dan saya Lulus 100% dengan nilai cukup memuaskan. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.
(M. Hasan Riyadi, Peserta Diklatpim Tk. III BPKP Pengawasan, Ciawi-Bogor, 0812 1570 0xx)

Assalamu’alaikum, alhamdulillah saya sudah seminar LPP dan mendapatkan Sertifikat KELULUSAN. Terima kasih atas segala bantuan dan kerjasama yang baik. Dari kami peserta Diklatpim Tk. III Kementerian Nakertrans, salam hormat & sukses.
(Asriani Koke, Peserta Diklatpim Tk. III Kementerian Nakertrans, 0813 8506 44xx)

Sejak saya bertemu langsung di Badan Diklat Provinsi dengan penulisnya dan ditunjukkan bukunya beliau, saya sudah percaya isinya pasti bermanfaat sekali untuk Diklatpim Pola Baru.
(Resli Paputungan, Diklatpim III Bolaang Mongondow Selatan Prov. Sulut, 0852 5684 572x)

Untuk Panitia Diklatpim ataupun Badan Diklat Provinsi saya rekomendasikan untuk membekali peserta dengan buku referensi seperti ini karena sangat dibutuhkan peserta Diklatpim IV dan III Pola baru.
(H. Ukkas Abdul Latif, Bappeda Sulawesi Tengah)

Saya bertemu dengan penulisnya langsung. Penjelasannya gamblang, mudah dicerna. Dan pesanan buku sudah kami terima. Panitia dan Widyaiswara seharusnya memfasilitasi peserta dengan buku-buku seperti ini.
(Agustinus Manibuy, Pim III Kab. Asmat-Papua di Pusdiklat Regional Depdagri Yogyakarta)

Selamat dan Sukses buat bukunya Pak Fathur Rohman. Rekan-rekan senang bertemu bapak. Semoga silaturrohmi kita tetap abadi.
(Carsono, Peserta Diklatpim III Tangsel, 0817071196x)

Panduan Praktis Menyusun Laporan Proyek Perubahan

Telah Terbit, Buku Panduan Praktis Menyusun Laporan Proyek Perubahan

Buku yang tengah dicari para peserta Diklatpim !
Mereka yang tengah mengikuti Diklat Kepemimpinan (DIKLATPIM) Pola Baru yang diterapkan mulai 2014 pasti tengah mencari referensi panduan untuk menyusun Laporan Proyek Perubahan.

PMLPP 01

Buku ini memandu peserta Diklatpim (Tk. III dan Tk. IV) Pola Baru 2014 terutama dalam menyusun beberapa makalah standar yang wajib dibuat peserta seperti :

  1. Format 1 Diagnostic Reading (DR).
  2. Laporan Taking Ownership.
  3. Format 2 Rancangan Proyek Perubahan atau Project Charter
  4. Format 3 Laporan Progres Implementasi Proyek Perubahan
  5. Format 4 Laporan Proyek Perubahan (LPP).

Harga Rp. 100.000/eksp.

Dijual untuk peserta Diklatpim, sistem paket 30 exp. belum tmasuk ongkir

Dijual KHUSUS 1 kelas Diklatpim
Badan Diklat /PUSDIKLAT/ BALAI DIKLAT / BKD / Instansi Pemerintah.
Maaf tidak melayani satuan/eceran.
Segera pesan lebih dini. Hubungi  0813 2199 5789

Sumber: http://penerbitafj.blogspot.com/

Membangun Kompetensi Kepemimpinan Perubahan Melalui Kurikulum Baru Diklatpim

Repost from 21 May 2014 by Badan Diklat Provinsi NTT

Sektor publik di Indonesia pada umumnya tertinggal dengan korporasi dan organisasi nirlaba dalam banyak hal: wawasan global, kemampuan mengadopsi teknologi, orientasi pada kebaruan dan inovasi, kapabilitas personil, dsb. Data  World Economic Forum dalam The Global Competitiveness Index menunjukan bahwa daya saing Indonesia berada di urutan ke-38 jauh di bawah  negara tetangga Malaysia dan Singapura. Hal ini juga disebabkan kualitas sektor publik dinegara kita yang masih dinilai buruk. Dibandingkan dengan  sektor publik di negara-negara ASEAN, Sektor publik di Indonesia dalam banyak hal memiliki kualitas yang lebih rendah. Dalam indeks daya saing global tersebut titik lemah Indonesia ada pada sektor publik. Sektor publik menjadi salah satu faktor strategis bagi daya saing dan kualitas sektor swasta, hal tersebut sangat menentukan juga kualitas dari lingkungan bisnis.

Untuk memperbaiki kualitas sektor publik tersebut, tentunya diperlukan adanya kepemimpinan birokrasi yang visioner, berkarakter, dan mampu memimpin trasnformasi sektor publik. Dalam budaya paternalistik posisi pemimpin memiliki peran yang sangat strategis.  Penguatan kapasitas kepemimpinan akan memiliki efek yang sangat besar terhadap kualitas penyelenggaraan pemerintahan.Upaya untuk membentuk kepimpinan di birokrasi pemerintahan sampai saat ini memang masih belum optimal.  Salah satu upaya yang dinilai dapat membentuk kepemimpinan birokrasi adalah melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Pada prinsipnya Kepemimpinan dapat dibentuk dan disiapkan, keberanian mengambil risiko, kemampuan berkomunikasi, dan memobilisasi sumberdaya dapat dilatih melalui pembelajaran yang berbasis pengalaman.  Untuk itu, melalui Diklat Kepemimpinan dengan Pola Baru  harapannya dapat membentuk  pemimpin – pemimpin perubahan yang mampu memperbaiki kualitas sektor publik di negara kita. Proses Diklat Kepemimpinan saat ini melatih dan membangun skill aparatur dalam:

  • Meningkatkan kapasitas merencanakan, melaksanakan, mengelola konflik yang terjadi sebagai akibat perubahan, dan memastikan perubahan berjalan sesuai dengan ekspektasinya.
  • Menjual gagasan perubahan kepada pimpinan dan stakeholder yang ada di instansinya.
  • Mengimplementasikan proyek perubahan dalam leadership laboratory, mengelola proses perubahan yang sesungguhnya dibawah bimbingan mentor, coach, dan counselor.
  • Melibatkan pimpinan masing-masing instansi dalam proses pembelajaran; Apreasiasi dan kepemilikan; Peran pemimpin instansi untuk menyiapkan calon pemimpin sebagai proses kaderisasi.

Kita berharap melalui kurikulum Diklatpim yang baru akan melahirkan para pemimpin perubahan yang dapat meningkatkan kualitas birokrasi dan mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di negara kita.  Selain standar kompetensi tersebut, yang paling penting adalah kapasitas kepemimpinan perubahan yang harus dimiliki. Hal ini karena tantangan dalam membenahi birokrasi atau sektor publik sangat besar dan menjadi PR kita bersama di birokrasi, untuk itu diperlukan pemimpin perubahan yang mempunyai kemampuan kepemimpinan adaftif dan daya inovatif yang tinggi.

 

Makalah: Kunci inovasi fokus pada perbaikan proses

Direpost dari LAN RI

Banyak orang beranggapan bahwa menciptakan ide-ide baru merupakan awal dari proses inovasi, padahal sebenarnya tidak juga. Menurut Longdon Morris, ide-ide baru justru muncul di tengah-tengah proses yang saat ini berlangsung.

Menurutnya, dengan fokus pada perbaikan proses, maka inovasi itu akan muncul.

Secara historis proses kerja berfokus pada peningkatan efisiensi, waktu siklus, kualitas, atau biaya proses tertentu. Banyak dari upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan. Namun ada aspek lain dari proses yang bisa dibilang “jarang” digunakan, padalah sangat berpotensi besar meningkatkan kinerja perusahaan (atau instansi) secara keseluruhan.

Proses merupakan aktualisasi dari strategi. Artinya, proses adalah cara-cara yang unik bagaimana perusahaan (atau instansi) mencoba menciptakan produk yang berharga bagi pelanggan dan itu tercermin dari proses yang berlangsung sehari-harinya.

Seberapa baik perusahaan (atau instansi) melakukan proses tersebut secara langsung, maka hal tersebut akan berdampak pada kepuasan dan loyalitas pelanggan mereka.

Jika Anda ingin benar-benar fokus pada strategi perusahaan (atau instansi), maka Anda perlu meningkatkan kinerja operasional dan terus membangun komunikasi yang baik dalam setiap proses yang berjalan.

Strategi brainstorming dinilai tidak lagi diperlukan, sehingga perusahaan (atau instansi) bisa fokus pada bagaimana proses yang lebih mendetail bisa diukur dan berorientasi pada perbaikan proses terus menerus. Sehingga bisa menghasilkan produk dan pengalaman yang lebih baik dari apa yang sudah tersedia di pasar.

Apa saja langkah-langkah melakukan perbaikan proses sehingga perusahaan (atau instansi) bisa menciptakan output yang memuaskan bagi pelanggan?

The Starting Point

Untuk upaya perbaikan proses, ada dua bidang pengetahuan yang dibutuhkan untuk merencanakan suatu program eksekusi. Yang paling pertama adalah titik awal. Sama halnya ketika Anda mengemudi kendaraan, dimana Anda memiliki tujuan dan arah bagaimana sampai ke tujuan Anda.

Dari sudut pandang proses, ini berarti mengetahui subjek proses dari kondisi saat ini (current state), bagaimana sebuah proses saling berhubungan dengan proses lainnya, kegiatan yang dilakukan untuk memproduksi output, performers, skill, input, output, peralatan yang dibutuhkan, atribut yang berbeda (kualitas, warna, ukuran, dll), dan informasi lainnya yang membuat proses itu berharga dan unik. Dengan menentukan titik awal, maka Anda bisa menentukan dimana titik akhirnya.

Strategi Inovasi

Kebanyakan strategi yang baik adalah yang bisa memberikan diferensiasi bermakna yang memudahkan pelanggan untuk memilih. Produk dan pengalaman tidak harus sempurna, mereka hanya harus unggul dari produk-produk yang ada di pasar.

Inovasi adalah kerja keras. Misal, ada produk baru yang ingin Anda tawarkan di pasaran, maka Anda akan perlu melibatkan departemen pemasaran karena mereka akan membuat strategi kampanye untuk mendapatkan audiens baru melalui saluran komunikasi baru. Strategi internal ini bukan hanya akan menciptakan komunikasi yang baik lintas divisi, tapi juga mendorong kolaborasi dari setiap orang di dalam tim.

Inovasi Operasional

Dalam tahap ini perbaikan dilakukan dengan fokus pada peningkatan kualitas output, performa mesin, mengurangi biaya produksi, dan faktor efisiensi lainnya. Ini disebut perbaikan proses tradisional. Hal ini memberikan karyawan atau tim untuk membuat mesin produksi lebih kuat, fleksibel, lebih spesifik, dan lebih cepat.

Sama halnya dengan upaya strategis, inisiatif strategis operasional juga memerlukan bisnis yang kuat. Untuk kedua inovasi strategis dan operasional, sangat penting bahwa manajer mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan perbaikan mereka untuk memastikan bahwa perbaikan pada satu proses tidak menimbulkan inefisiensi pada proses lainnya. Mekanisme untk mengevaluasi inisiatif perbaikan ini disebut manajemen inisiatif.

Manajemen Inisiatif

Berbeda dengan manajemen perusahaan (atau instansi) kebanyakan pada saat ini, manajemen inisiatif tidak hanya menyediakan persetujuan kepada inisiatif atau mengecek progres semata. Ini merupakan sebuah pola pikir yang cukup baru yang menganggap bahwa inisiatif sebagai investasi. Ketika melihat inisiatif perbaikan dari sudut pandang ini, maka sangat penting untuk membuat list proses mana yang menjadi prioritas.***

Sumber: process excellence Blog

Memimpin Perubahan

Deskripsi Program – Leading Change

Dalam dunia kompetitif saat ini, para pemimpin dihadapkan dengan tantangan yang sangat sulit: Bagaimana melakukan lebih banyak dengan kurang dalam lingkungan di mana kecepatan perubahan yang meningkat. Kemampuan sebuah perusahaan untuk cepat beradaptasi dengan kondisi persaingan yang terus berubah dan perubahan mendasar dalam pasar tenaga kerja merupakan prediktor yang sangat penting dari kesuksesan.

Program ini berfokus pada memberikan jawaban atas pertanyaan seperti ini: Apa yang bisa organisasi, dan pemimpin mereka, lakukan untuk menciptakan budaya yang berubah-diaktifkan? Keterampilan Apa yang penting untuk memimpin dan mengelola sebuah tim di mana perubahan adalah konstan? Bagaimana orang bisa mengatasi menguntungkan dalam lingkungan yang terus-menerus tantangan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan cepat? Bagaimana mengatasi organisasi dengan tenaga kerja berubah? Apa metode baru ada untuk merekrut dan mempertahankan orang-orang yang mampu beradaptasi dengan perubahan konstan? Apa yang membuat sebuah organisasi yang fleksibel, adaptif, dan lincah? Dalam lingkungan bisnis yang cepat berubah dimana “kontrak psikologis” baru ada antara majikan dan karyawan, apa yang dapat organisasi lakukan untuk sukses dan maju? Apa yang bisa para pemimpin lakukan untuk menghasilkan komitmen, loyalitas, dan kinerja ketika segala sesuatu tampak berbeda dari yang dulu?

Topik

  • Mengatasi “dilema inovator”: kita perlu mengubah namun kita sudah berhasil
  • Mengapa organisasi menolak perubahan yang diperlukan, dan strategi yang diperlukan untuk memulai dan menyelesaikan perubahan
  • Membangun warisan: membuat perubahan besar yang terakhir
  • Keterampilan kunci pemimpin harus memiliki untuk memimpin perubahan
  • Menjadi manajer yang efisien dan efektif: melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit
  • Selli perubahan kepada karyawan: apa yang bekerja?
  • Pribadi strategi untuk mengatasi perubahan
  • Mengembangkan dan mengelola “dicampur” tenaga kerja ketika karyawan permanen tidak ada lagi
  • Bekerja secara efektif dengan perantara pasar tenaga kerja

Kunci Manfaat

  • Buang rasa takut perubahan dan merangkul kesempatan baru bagi pertumbuhan
  • Pelajari bagaimana mengenali ketika perubahan yang diperlukan
  • Memanfaatkan keterampilan kepemimpinan Anda t o menerapkan perubahan
  • Mengartikulasikan visi baru Anda kepada karyawan Anda untuk menghasilkan kerjasama
  • Menghargai budaya organisasi Anda dan menggunakannya untuk menerapkan perubahan
  • Menilai keberhasilan organisasi Anda secara obyektif untuk menentukan perubahan apa yang dibutuhkan
  • Memasukkan karyawan sementara ke tenaga kerja permanen Anda secara efektif

Buku Merancang Proyek Perubahan Diklatpim Pola Baru

Sampul MPP awal 1Pendidikan dan pelatihan Kepemimpinan (Diklat PIM) pola baru sesungguhnya merupakan upaya inovatif dalam rangka membentuk sosok pemimpin strategis-taktikal-operasional yang mampu membangun kompetensi menjabarkan dan memimpin pelaksanaan visi dan misi instansi ke dalam program (Diklat PIM Tingkat III) dan membentuk sosok kepemimpinan operasional yang mampu menyusun rencana dan memimpin pelaksanaan kegiatan (PIM Tingkat IV).

Inovasi kunci Perubahan

Inovasi adalah unsur penting dalam Diklat ini karena proyek perubahan baru dapat dirancang dan diwujudnyatakan melalui inovasi perserta Diklat. Oleh karenanya, dalam Diklat Pim Pola Baru ini, inovasi merupakan salah satu agenda dari 5 (lima) agenda yang harus dilaksanakan setiap peserta Diklat.

Alasan mendasar organisasi memerlukan perubahan adalah karena sesuatu yang relevan bagi organisasi telah berubah, atau akan berubah. Oleh sebab itu, organisasi tidak punya pilihan lain kecuali berubah juga. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan untuk berubah.

Tujuh Proses Perubahan Organisasi

Ada 7 (tujuh) langkah komprehensif yang ditempuh dalam proses perubahan organisasi. Langkah-langkah tersebut yaitu:

  1. Kenali kebutuhan akan perubahan. Dst .
  2. Tetapkan tujuan perubahan. Set Your goals,
  3. Diagnosis apa yang menyebabkan perlunya dilakukan perubahan. Diagnosa everything that it need to make change,
  4. Pilih teknik / metode perubahan yang sesuai untuk mencapai tujuan. Choose the relevant change method to reach your goals,
  5. Rancanglah implementasi Proyek Perubahan. Lakukan Implementasi Proyek Perubahan,
  6. Dst , dan
  7. Dst .

Sebuah manajemen perubahan yang efektif harus mampu memahami penolakan yang sering kali mengikuti perubahan. Ada beberapa hal yang menjadi alasan terjadinya penolakan terhadap perubahan organisasi, yaitu:

  1. Ketidakpastian
  2. Kepentingan pribadi yang terancam
  3. Perbedaan persepsi
  4. Rasa kehilangan.

Teknik mengatasi penolakan Perubahan

Untuk mengatasi penolakan terhadap perubahan yang terjadi dalam organisasi, setidaknya ada beberapa teknik yang bisa diterapkan, yaitu:

  1. Gerakkan Partisipasi para pihak.
  2. Berikan Pendidikan dan komunikasi.
  3. Berikan Fasilitasi.
  4. Tawarkan negosiasi dan dapatkan persetujuan/ kompromi.
  5. Lakukan manipulasi dan kooptasi. Maksudnya manipulasi di sini dst dst ..
  6. dst.

Dalam Diklatpim Pola Baru ini diperkenalkan istilah coach atau counselor dan mentor (pembimbing). Yang dimaksud mentor adalah seorang atasan langsung peserta diklatpim yang dilibatkan dalam proyek perubahan. Sedangkan seorang coach disini adalah dari widyaiswara pembimbing dari Badan Diklat / Balai Diklat / Pusdiklat.

Menjadi coach

Untuk menjadi coach yang baik, ada 5 langkah coaching yang harus dikuasai yaitu:

  1. Membangun kepercayaan terhadap coachee.
  2. Mendengarkan secara aktif.
  3. Mengklarifikasi untuk kejelasan pembicaraan.
  4. dst.

Peran mentor

Sedangkan dalam merancang dan implementasi Proyek Perubahan, peran seorang mentor yaitu diantaranya :

  1. Memberikan masukan dalam rancangan dan implementasi proyek perubahan.
  2. Mengecek kebenaran rancangan proyek perubahan.
  3. Memberikan persetujuan atas rancangan proyek perubahan.
  4. Memberikan dukungan terhadap rancangan dan implementasi proyek perubahan.

 

Analisis Stakeholder

…… Adapun Stakeholders analysis merupakan suatu kegiatan menganalisis sikap dan respon dari stakeholders terhadap pelaksanaan kebijakan atau proyek. Biasanya analisis stakeholder dilakukan pada tahap persiapan pelaksanaan proyek untuk mengetahui respon dari stakeholders terutama mengenai kemungkinan perubahan proyek…..

Langkah-langkah analisis stakeholder

Adapun langkah-langkah analisis stakeholder dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Langkah I, identifikasilah stakeholder
  2. Langkah II, lakukan assessment terhadap kepentingan-kepentingan para stakeholder dan dampak-dampak potensial yang muncul dari kepentingan-kepentingan
  3. Langkah III, lakukan assessment terhadap pengaruh dan kepentingan para stakeholder
  4. Langkah IV, buatlah satu kerangka untuk menentukan strategi pelibatan stakeholder. Dst dst…..

Roadmap Proyek Perubahan

Begitu mendengar kata perubahan, sebagian orang boleh jadi langsung merasa ciut. Barangkali ia membayangkan ketidak-pastian yang membentang di depan mata, “Bagaimana kalau gagal?” Karena itu ia ragu-ragu untuk melangkah.

Keraguan semacam itu bukan hanya menghinggapi orang per orang. Lantaran sudah nyaman berada dalam satu keadaan, merasa telah mapan, organisasi pun biasanya enggan untuk mencoba sesuatu yang baru. Apa lagi bila membayangkan besarnya skala perubahan, yang menyangkut banyak segi, melibatkan banyak bagian dalam organisasi, dan diperlukan pengerahan sumber daya yang tidak sedikit, baik itu manusia, waktu, dana, maupun energi. Mungkin saja ada yang membayangkan melakukan perubahan itu tak ubahnya memasuki hutan belantara dan kita tidak mengetahui pasti apakah kita akan sampai ke tempat tujuan. Dst dst…..

PMLPP 01Tata Kelola Proyek Perubahan

Manajemen proyek dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari perencanaan, pengaturan, kepemimpinan, dan pengendalian dari suatu proyek oleh para anggotanya dengan memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Fungsi dasar manajemen proyek terdiri dari pengelolaan-pengelolaan lingkup kerja, waktu, biaya, dan mutu. Pengelolaan aspek-aspek tersebut dengan benar merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek. Dst dst…..

Ada dua hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan langkah diagnosa organisasi, yaitu agar sukses dalam melakukan diagnosa, serta mendapatkan hasil yang optimal dalam melakukan perubahan dan pengembangan, diantaranya yaitu:
Langkah Diagnostic Reading

Langkah diagnostic reading seperti yang digambarkan Awang Anwaruddin dimulai dari upaya mencermati visi-misi dan tupoksi organisasi. Tingkat capaian visi misi dan tupoksi dihubungkan dengan adanya serangkaian gejala permasalahan kondisi saat ini perlu diidentifikasi melalui proposal proyek perubahan, sehingga diperoleh beberapa poin permasalahan organisasi yang paling aktual dan layak dieksekusi.

Selanjutnya reformer (dengan bantuan konsultasi mentornya dan coach) memilih skala prioritas area perubahan yang mendesak untuk segera dilakukan –tentunya dengan memperhatikan tupoksi reformer- sehingga diperoleh output perubahan apa yang diinginkan. Output perubahan akan menghasilkan peta stakeholder yang terkena dampak perubahan. Dengan adanya analisis peta stakeholder internal maupun eksternal yang terdampak perubahan, maka reformer dapat membangun struktur tim efektif yang akan mengeksekusi proyek perubahan.

Selanjutnya diperoleh faktor kunci keberhasilan (FKK) yang akan menentukan dalam membuat milestone (tahapan-tahapan) kegiatan proyek perubahan. Dalam proses berfikir berdasarkan milestone (milestone-based thinking) akan membantu reformer mengkomunikasikan perubahan kepada partner potensial yang berusaha membantu Anda, mengapa hal ini penting dan bagaimana setiap aktifitas berkontribusi terhadap capaian kinerja dari keseluruhan tujuan.

Tujuan dan Sasaran perubahan secara jelas dituangkan dalam milestone ini dan dieksekusi oleh tim yang kompeten. Inilah yang kemudian disebut sebagai kondisi ideal dimana inovasi berhasil diterapkan.
Project Charter

Riyantono Anwar, Master Black Belt dan konsultan senior dalam artikelnya mengatakan bahwa masalah besar akan muncul ketika anda mengabaikan Project Charter di awal proyek. Ketika project leader dan tim mulai menjalankan aktivitasnya selama beberapa waktu, baru mulai diketahui bahwa ada masalah; katakanlah arah langkah proyek yang tidak lagi sesuai dengan arah langkah organisasi. Karenanya, proyek harus dimulai kembali dari awal. Bayangkan, berapa banyak biaya, tenaga dan waktu yang telah terbuang sia-sia?

Project Charter adalah dokumen yang digunakan untuk memulai proyek perubahan. Dokumen project charter berisi informasi penting yang mencakup penjelasan ringkas dari sebuah proyek yang akan dijalankan. Dokumen ini menampilkan judul proyek yang dikerjakan, latar belakang dijalankannya proyek, deskripsi, tujuan, manfaat, target, ruang lingkup, tim yang terlibat, durasi pengerjaan proyek, milestone, tatakelola dan sebagainya. Dalam diklatpim dikenal dengan Kesepakatan Area Perubahan/ RPP / Rencana Aksi PP.

….Dan masih banyak konsep yang dibahas dalam buku ini untuk menyusun 4 format dan 1 laporan BT 1.

Akan lebih lengkap jika setiap peserta Diklatpim memperkuat bais argumen LPP nya dengan 2 buku kami ini :

Harga @ Rp. 100.000 / exp.

Pemesanan kolektif 40 exp (terdiri dari 2 judul @ 20 exp)
GRATIS ONGKIR dalam Jawa.

 

Tebal :  xi + 149 halaman

Harga : Rp. 100.000,-/exp

Dijual untuk peserta Diklatpim, sistem paket 30 exp. (gratis ongkir dalam Jawa, untuk 1 kelas Diklatpim).
Dijual KHUSUS untuk Badan Diklat /PUSDIKLAT/ BALAI DIKLAT / BKD / Instansi Pemerintah.
Segera pesan sebelum kehabisan.

Hubungi marketing kami 0813 2199 5789

Sumber: http://kkpdiklatpim.wordpress.com/2014/02/19/merancang-proyek-perubahan/